Home / LUKISAN / Sejarah Awal Lahirnya Seni Graffiti yang Perlu Kalian Ketahui

Sejarah Awal Lahirnya Seni Graffiti yang Perlu Kalian Ketahui

Ada banyak coretan dan gambar yang menempel pada dinding rumah-rumah tua, tembok kumuh, trotoar berlumut. Namun, apakah kalian tahu apa itu dan dari mana asalnya? Jika kalian belum mengetahuinya, maka dengan senang hati kami akan menjelaskan asa mula dari seni jalanan yang bernama Graffiti ini.

Sejarah Awal Seni Graffiti

Seni jalanan ini memang tidak banyak orang kenal pada masaa saat itu. Namun, tepatnya pada tahun 1952 saat masih terjadi perang dunia ke 2, para tentara Amerika yang yang sedang berperang membuat beberapa tulisan aneh bertuliskan “Kilroy Was Here” yang berarti ‘Kirloy Ada di Sini’ di setiap daerah yang mereka lalu yang menandakan jika mereka pernah berada di sana.

Awal permulaannya terjadi di kota Las Vegas pada pergantian dekade tahun 60 ke 70. Ada seorang pemuda yang selalu menuliskan sesuatu pada dinding sekitar bangunan. Taki 194 adalah apa yang ia tulis dan berkat kebiasaan uniknya untuk menuliskan nama tersebut di setiap jalan, tembok, atau tempat lain di mana pun ia muncul menggunakan Aerosol.

Sebenarnya TAKI 183 memiliki nama asli yaitu Demetrius. Laki-laki ini memiliki pekerjaan sebagai tukang kirim di Kota New York. Taki sendiri merupakan nama kecil yang ia ambil dari nama Yunani, sedangkan angka 194 adalah angka jalan di New York, tepatnya 194 Street di sekitaran Washintong Height, tempat di mana ia menetap.

Taki 194

Laki-laki yang satu ini sering menjelajahi kota dengan kereta bawah tanah dan pada saat itu juga ia mencoret tagnya hampir di setiap tempat. Nama yang kerap kali ia tulis adalah nama-nama terkenal pada masa itu, seperti: BARBARA 62, EEL169, YANK135, hingga JOE136.

Namun, tidak hanya nama-nama terkenal itu saja yang meninggalkan jejaknya. Ada pun nama Geng sebagai penanda wilayah untuk menunjukkan kekuasaan mereka. Hal ini adalah suatu bentuk komunikasi dan anehnya menjadi sangat terkenal.

Kerja Keras Metropolitan Transit Authority

Pada pergantian masa dari tahun 1960-1970, MTA (Metropolitan Transit Authority) harus menghabiskan lebih dari 300 juta rupiah atau 300.000 berdasarkan kurs dollar untuk menghapus coretan di kereta bawah tanah. Jumlah ini setara dengan 92.000 jam kerja yang mereka perlukan untuk menghilangkan coretan tersebut.

Berkat ini jugalah semua orang di kota mengenal Taki. Tepatnya pada tanggal 21 Juli 1982, Taki dimuat pada halam depan artikel oleh Majalah New York dengan judul “David 203′ The Grafitti”. Selain ketenarannya yang ikut memuncak, kepopulerannya juga diikuti oleh sellruh anak-anak di seluruh Kota New York.

Mereka semua tertarik karena untuk mendapatkan kepopuleran seperti itu sangat mudah. Mereka hanya perlu mengikuti jejak Taki dengan menuliskan identitas mereka pada kereta atau bus yang beroperasi di seluruh kota.

Jika identitas atau nama seseorang sudah terlalu banyak, kemungkinan besar kepopulerannya pun ikut meningkat. Mungkin itu adalah fakta yang memerlukan pertimbangan ulang, karena hal itulah yang menyebabkan seluruh anak di dunia mulai menulis nama mereka setelah mendengar hasil wawancara TAKI 183.

Perlombaan Awal

Sukses akan kepopuleran seni jalanan menulis nama melalui media yang terdengar di mana-mana. Setelah itu pada tahun 1985 juga Majalah New York mengadakan sebuah kompetisi dalam menulis Graffiti di jalur kereta bawah tanah. Dan siapa pun yang berhasil memenangkannya akan mendapatkan penghargaan.

Banyak sekali gaya yang bermunculan dengan menambahkan unsur tiga dimensi serta “Trow Out” bersama gaya baru itu. Saat itu juga seorang laki-laki yang memiliki julukan CAINE 1 untuk pertama kalinya berhasil menggambar seluruh kereta lalu disusul oleh kelompok lainnya yang bernama “Lima yang Hebat”.

Bersamaan dengan hal itu semua anak muda mulai bekerja dengan giat dalam menciptakan style orisinal mereka sendiri. Agar bisa menutupi komposisi dari gaya kepenulisan Graffiti, penambahan koma, titik, serta gaya lainnya dengan penyesuaian kesatuan dari sebuah keserasian. Inilah yang mereka sebut sebagai “Union Letters” atau bisa dengan bentuk lain yang sangat berbeda sebagai “Deformation Letters”.

Akhir Kata

Bagaimana dengan sejarah grafiti di atas? Cukup menarik dan membangkitkan jiwa seni kalian, bukan? Mungkin hanya seperti itu aja untuk artikel kali ini yang bisa saya sampaikan. Jika ada kritik dan saran tidak perlu sungkan untuk berkomentar di bawah ya!

Related Post

COMMENTS

Post your reply
We'll never share your email with anyone else.
Subscribe to our
MONTHLY NEWSLETTER